Tertarik Jadi Youtuber? Cari Tahu Dulu Sistem Gajinya

By | June 19, 2023

Semakin berkembangnya teknologi semakin banyak pula cara mencari uang, terlebih bagi mereka yang kreatif. Salah satu sumber cuan yang kini banyak diincar ialah dari platform youtube, menjadi youtuber dianggap sebagai ajang tukar nasib untuk meraup lebih banyak penghasilan. Hal ini bukan cuma terjadi di Indonesia, fenomena banting stir menjadi youtuber juga terjadi di seluruh negara yang ada, mengapa demikian? Selain karena faktor pendapatan yang menggiurkan, alasan lain yang mendasari seseorang berubah menjadi content creator youtube adalah faktor waktu yang fleksibel serta enjoy dalam menjalani pekerjaannya. Sedangkan jika bekerja sebagai karyawan biasanya akan merasa bosan karena menjalani aktivitas monoton 9 to 5 apalagi jika sudah bekerja salama tahunan dan ditambah dengan beban kerja yang tidak sesuai passion. Jika menjadi content creator di youtube seseorang bisa membuat konten menyenangkan yang sesuai dengan kesukaannya, jadi youtuber cenderung mengerjakan apa yang dia suka dengan bonus penghasilan yang akan di dapatkannya. Oleh karena itulah banyak yang tertarik untuk menjadi youtuber.

Nah, sebelum mantap memutuskan untuk beralih profesi menjadi youtuber baiknya mengerti dulu sistem gaji yang akan didapatkan. Sehingga persiapan menjadi matang serta tidak akan menyesal di kemudian hari. Sebenarnya seorang youtuber tidak digaji oleh platform itu sendiri melainkan dengan cara monetisasi akun youtube-nya. Jadi secara garis besar seorang youtuber mendapatkan gaji dari selipan iklan atau promosi yang ada di dalam satu tayangan video akun youtube tersebut. Nah sumber dari periklanan ini ada tiga yang paling banyak masuk hitungan pendapatan.

Pertama dari AdSense, bisa dibilang penghasilan utama youtube adalah dari AdSense. Komisi didapatkan dengan cara memonetisasi akun youtube milikmu dengan menyelipkan iklan-iklan di sepanjang video yang diunggah, satu video bisa berisi dua sampai tiga iklan atau bahkan bisa lebih banyak tergantung durasinya bagaimanapun kreator juga harus mempertimbangkan kenyamanan penontonnya jadi susuaikanlah dengan layak. Kemudian komisi dihitung dari jumlah penonton iklan pada video tersebut, oleh karena itu tidak heran jika banyak youtuber yang menghimbau agar tidak skip iklan agar komisinya yang diterimanya bisa utuh. Namun untuk bisa mendapatkan Youtube AdSense ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu, channel youtube setidaknya telah memiliki 1.000 subscriber, memiliki jam tayang yang sudah mencapai 4.000 jam dalam setahun dan memastikan bahwa sudah bergabung dengan Google AdSense. Sehingga akun youtube tersebut bisa dimonetisasi dan bisa mendapatkan gaji dari AdSense.

Kemudian sumber penghasilan kedua yang diperoleh dari youtube adalah Affiliate Marketing atau Program Afiliasi. Komisi yang didapatkan dari program afiliasi ketika berhasil membuat penonton membeli atau menggunakan produk yang di iklankan. Besarnya dan cara untuk menghitung komisinya berbeda-beda, biasanya kreator akan diberikan link pembelian khusus untuk membedakan komisinya dengan komisi kreator lainnya atau bisa pula dengan cara memberikan kode voucher khusus kreator tersebut.

Ketiga dari Endorsement, komisi dari endorsement ditentukan dengan engagement di akun youtube tersebut. Endorsement juga bisa digunakan di platform lain seperti Instagram dan TikTok. Jadi Engagement merupakan alat ukur yang menentukan seberapa menariknya suatu akun sosial media berdasarkan kacamata audiens. Engagement biasanya diukur dari seberapa banyak interaksi yang ada pada akun tersebut, untuk youtube biasanya diukur dari banyaknya like, subscribe dan komentar. Besarnya engagement dapat dihitung dengan beberapa formula yang ada, jadi besaran komisi yang diterimanya bisa sesuai.

Perlu diketahui bahwa penghasilan dari youtube tidaklah tetap setiap bulannya karena dipengaruhi oleh jumlah view, jumlah penayangan iklan, Cost Per Mile (CPM) dari iklan dimana nilainya berbeda-beda disetiap negara dan jenis iklan yang diminati audiens akan lebih banyak mendapatkan komisi. Penghasilan youtuber bergantung pada besarnya Cost Per Mile (CPM) dan Cost Per Click, CPM dihitung dari pendapatan setiap 1.000 penonton iklan dalam satu video sedangkan CPC dihitung dari setiap klik pada iklan tersebut. Penghasilan youtuber juga ditentukan oleh banyaknya jumlah subscriber. Dikutip dari Socialblade, inilah kisaran pendapatan youtuber berdasarkan jumlah subscriber-nya.

  1. 1.000 Subscriber, mendapatkan gaji berkisar dari US$18 – $250 atau Rp.268.776 – Rp.3.733.000 per bulan
  2. 100.000 Subscriber, mendapatkan gaji berkisar dari US$180 – $2.9k atau Rp.2.687.760 – Rp.43.302.800 per bulan
  3. 1.000.000 Subscriber, mendaparkan gaji berkisar dari US$4k – $63.5K atau Rp.59.728.000 – Rp.948.182.000 per bulan
  4. 10.000.000 Subscriber, mendapatkan gaji berkisar dari US$12.8k – $204.8k atau Rp.191.129.600 – Rp.3.058.073.600 per bulan

Diatas merupakan penjelasan singkat mengenai berapa besaran gaji yang diterima seorang youtuber dan dari mana saja sumbernya serta cara perhitungannya. Semoga dapat membantu memperbanyak wawasan dan ilmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *